Kamis, 22 Mei 2014


                              KELAPA SAWIT  DAN LINGKUNGAN

Haii .. friends kali  ini aku mau share tentang kelapa sawit nih, ada yang gak tau kelapa sawit? Pasti semuanya udah tau dongg. Untuk menambah pengetahuan kita tentang apa sih sawit itu sebenarnya? Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Akir-akir ini kelapa  sawit sangat terkenal di kalangan pemerhati lingkungan. Loh kenapa? Mungkin teman-teman bingung kenapa sih kelapa sawit bisa sangat terkenal dikalangan pemerhati lingkungan?
Begini kawan, sisi positifnya dengan adanya perkebunan kelapa sawit memang dapat menghasilkan keuntungan yang besar untuk indonesia karena bisa meningkatkan perekonomian indonesia  dan para pemilik perkebunan kelapa sawit tentunya,  ini sebabnya semakin banyak pengusaha-pengusaha di indonesia berbondong-bondong membuka lahan perkebunan kelapa sawit. Nah.. dari semakin  banyaknya perkebunan kelapa sawit banyak sisi negatif yang ditimbulkan untuk lingkungan antara lain :
1.      Land clearing atau yang biasa disebut pembukaan lahan, kegiatan ini biasanya dimulai ketika suatu perusahaan akan membuka perkebunan kelapa sawit dari aktivitas ini dapat mengakibatkan penurunan ekosistem tumbuhan selain itu juga dapat mengganggu habitat satwa liar sehingga akan terjadi kepunahan satwa-satwa liar tersebut.
2.      Pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara pembakaran hutan yang akir-akir ini pernah terjadi di Riau, cara pembakaran ini lebih murah biayanya dibandingkan dengan pembukaan lahan dengan cara manual namun akibat yang ditimbulkan sangat parah yaitu dapat mengganggu aktivitas manusia karena asap yang ditimbulkan sangat banyak dan dapat berakibat pada kesehatan manusia seperti ISPA ( infeksi saluran pernafasan akut ), iritasi kulit. Kemudian terjadi pencemaran udara yang akirnya menyumbangkan gas-gas rumah kaca yang dapat merusak ozon disamping itu juga satwa dan tumbuhan di hutan tersebut punah.
3.      Kerakusan unsur hara dan air tanaman monokultur seperti sawit, dimana dalam satu hari satu batang pohon sawit bisa menyerap 12 liter (hasil peneliti lingkungan dari Universitas Riau) T. Ariful Amri MSc Pekanbaru/ Riau Online). Bisa teman-teman bayangkan air yang seharusnya mengalir ke masyarakat, tapi sebagian besar digunakan untuk perkebunan kelapa sawit.
4.      Timbulnya konflik, pembukaan perkebunan kelapa sawit tidak jarang menimbulkan keributan dengan masyarakat karena ketidak inginan masyarakat menerima perkebunan kelapa sawit di daerahnya dan kehawatiran-kehawatiran yang akan timbul menjadi kenyataan dimasa yang akan datang.
5.      Terjadi longsor dan erosi, Ya.. teman fungsi hutan adalah menyerap air-air hujan dan menyeimbangkan keadaan ekosistem agar tidak terjadi hala-hal yang tidak diharapkan seperti longsor dan erosi, namun dengan adanya pembukaan kelapa sawit ini ekosistem penyerap air hilang.
Nahh..  sekarang teman-teman tau kan kenapa pembukaan perkebunan kelapa sawit ini bisa menjadi satu topik yang di perhatikan oleh pemerhati lingkungan? Namun seperti diatas aku tulis bahwa banyak juga keuntungan-keuntungan yang didapatkan dari perkebunan kelapa sawit yang sangat membantu peerekonomian indonesia, maka dari itu aku berharap kedepannya kelapa sawit bisa memeperhatikan juga sisi kelestariannya bukan hanya pemanfaatannya saja  agar kesejahteraan dan lingkungan bisa sama-sama berjalan dan bisa dirasakan bersama-sama juga.
Semoga tulisan seingkat ini bisa bermanfaat ya teman, jangan lupa amalkan juga ilmu-ilmu yang teman-teman dapatkan kebanyak orang agar  ilmu yang kita punya tidak sia-sia dan bisa bermanfaat walaupun kecil. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar