KELAPA SAWIT DAN LINGKUNGAN
Haii .. friends kali ini aku mau share tentang kelapa sawit nih,
ada yang gak tau kelapa sawit? Pasti semuanya udah tau dongg. Untuk menambah
pengetahuan kita tentang apa sih sawit itu sebenarnya? Kelapa sawit (Elaeis)
adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri,
maupun bahan bakar (biodiesel). Akir-akir ini kelapa sawit sangat terkenal di kalangan pemerhati
lingkungan. Loh kenapa? Mungkin teman-teman bingung kenapa sih kelapa sawit
bisa sangat terkenal dikalangan pemerhati lingkungan?
Begini kawan, sisi positifnya dengan
adanya perkebunan kelapa sawit memang dapat menghasilkan keuntungan yang besar
untuk indonesia karena bisa meningkatkan perekonomian indonesia dan para pemilik perkebunan kelapa sawit
tentunya, ini sebabnya semakin banyak
pengusaha-pengusaha di indonesia berbondong-bondong membuka lahan perkebunan
kelapa sawit. Nah.. dari semakin banyaknya
perkebunan kelapa sawit banyak sisi negatif yang ditimbulkan untuk lingkungan
antara lain :
1. Land clearing atau yang biasa disebut
pembukaan lahan, kegiatan ini biasanya dimulai ketika suatu perusahaan akan
membuka perkebunan kelapa sawit dari aktivitas ini dapat mengakibatkan
penurunan ekosistem tumbuhan selain itu juga dapat mengganggu habitat satwa
liar sehingga akan terjadi kepunahan satwa-satwa liar tersebut.
2. Pembukaan lahan yang dilakukan dengan
cara pembakaran hutan yang akir-akir ini pernah terjadi di Riau, cara
pembakaran ini lebih murah biayanya dibandingkan dengan pembukaan lahan dengan
cara manual namun akibat yang ditimbulkan sangat parah yaitu dapat mengganggu
aktivitas manusia karena asap yang ditimbulkan sangat banyak dan dapat
berakibat pada kesehatan manusia seperti ISPA ( infeksi saluran pernafasan akut
), iritasi kulit. Kemudian terjadi pencemaran udara yang akirnya menyumbangkan gas-gas
rumah kaca yang dapat merusak ozon disamping itu juga satwa dan tumbuhan di
hutan tersebut punah.
3. Kerakusan unsur hara dan air tanaman
monokultur seperti sawit, dimana dalam satu hari satu batang pohon sawit bisa
menyerap 12 liter (hasil peneliti lingkungan dari Universitas Riau) T. Ariful
Amri MSc Pekanbaru/ Riau Online). Bisa teman-teman bayangkan air yang
seharusnya mengalir ke masyarakat, tapi sebagian besar digunakan untuk
perkebunan kelapa sawit.
4. Timbulnya konflik, pembukaan
perkebunan kelapa sawit tidak jarang menimbulkan keributan dengan masyarakat
karena ketidak inginan masyarakat menerima perkebunan kelapa sawit di daerahnya
dan kehawatiran-kehawatiran yang akan timbul menjadi kenyataan dimasa yang akan
datang.
5. Terjadi longsor dan erosi, Ya.. teman
fungsi hutan adalah menyerap air-air hujan dan menyeimbangkan keadaan ekosistem
agar tidak terjadi hala-hal yang tidak diharapkan seperti longsor dan erosi,
namun dengan adanya pembukaan kelapa sawit ini ekosistem penyerap air hilang.
Nahh.. sekarang teman-teman tau kan kenapa pembukaan
perkebunan kelapa sawit ini bisa menjadi satu topik yang di perhatikan oleh
pemerhati lingkungan? Namun seperti diatas aku tulis bahwa banyak juga
keuntungan-keuntungan yang didapatkan dari perkebunan kelapa sawit yang sangat
membantu peerekonomian indonesia, maka dari itu aku berharap kedepannya kelapa
sawit bisa memeperhatikan juga sisi kelestariannya bukan hanya pemanfaatannya
saja agar kesejahteraan dan lingkungan
bisa sama-sama berjalan dan bisa dirasakan bersama-sama juga.
Semoga tulisan seingkat ini bisa
bermanfaat ya teman, jangan lupa amalkan juga ilmu-ilmu yang teman-teman
dapatkan kebanyak orang agar ilmu yang
kita punya tidak sia-sia dan bisa bermanfaat walaupun kecil. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar