Iedul fitri 2014 telah lewat namun
masyarakat yang menjalani mudik tentu masih banyak hingga saat ini. Mudik
adalah salah satu tradisi yang mungkin hanya terjadi di Indonesia menurutku
setiap tahunnya, mudik juga salah satu tradisi yang ditunggu-tunggu saat semua
umat muslim menjalani ibadah di bulan ramadhan yang mendekati iedul fitri.
Sumber : sumatra.bisnis.com
Sudah tentu semua orang ingin merasakan
berlebaran di kampung halamannya bersama kerabat dan saudara yang sudah lama
tidak ditemui, walaupun harus melewati
jalanan yang macet bahkan hingga perjalanan dilalui 2 sampai 3 kali
lipat dari biasanya, hal tersebut tak jadi masalah untuk masyarakat indonesia.
Itulah yang membuat aku senang dan merasa beruntung tinggal di Indonesia.
Kawan.. namun ada satu hal yang
membuat aku sedih dan miris saat aku juga melakukan perjalanan mudik ke Solo -
Jawa Tengah. Aku melihat sampah-sampah berserakan disepanjang jalan raya karena
meningkatnya pedagang-pedagang makanan di sepanjang jalan yang dilewati untuk
arus mudik.
Sumber : ramadan.tempo.com
Ketika aku iseng mencari informasi
tentang kenaikan volume sampah pasca lebaran, aku menemukan informasi
berdasarkan Gobeksi.com teman-teman dapat masuk ke link ini http://www.gobekasi.co/2014/08/05/pascalebaran-sampah-tpa-capai-1-100-kubik-sehari/ yang di terbitkan pada hari selasa 5
agustus 2014 ternyata pasca lebaran volume sampah di TPA naik Capai 1.100 Kubik
sehari. Hal ini di ungkapkan oleh Kabid Kebersihan, Dodi Agus Suprianto ’’Ada
kenaikan volume sampah sekitar 45 persen dari biasanya. Sekitar 1.100 kubik
sampah yang masuk ke TPA Burangkeng.” Data tersebut untuk daerah bekasi namun
menurutku di daerah yang lain memungkinkan untuk lebih besar terjadi kenaikan
volume sampah.
Sumber : www.tempo.com
Inilah hal kecil yang kadang terlupakan dari
persiapan mudik, seharusnya pemerintah tidak hanya memikirkan
perbaikan jalan tapi juga mempersiapkan bagaimana caranya agar sampah tidak
berserakan dimana-mana contohnya dengan menyiapkan tempat sampah di sepanjang
jalur mudik yang dilewati terutama di titik-titik yang sering dijadikan para
pemudik istirahat atau juga bisa bekerjasama dengan pedagang dan toko-toko setempat.
Padahal jika pemerintah memikirkan
tentang kebersihan ini banyak manfaat yang akan didapatkan seperti pemerintah
bisa menghemat anggaran keluar yang di butuhkan untuk membayar petugas
kebersihan yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membersihkan dan
mengangkut sampah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian tidak merusak
estetika lingkungan atau jalan yang dilalui pemudik, serta membiasakan
masyarakat untuk membuang sampah tidak sembarangan dan masih banyak lagi manfata-manfaat
yang lainnya.
Aku sangat berharap kawan jika di
tahun-tahun berikutnya pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap
pemasalahan lingkungan ini, selain itu juga diperlukan kesadaran dari
masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau pedagang sekitar untuk tidak
membuang sampah ke sembarang tempat.
Sobat.. kita sebagai generasi muda
harus lebih peka dan kritis untuk saling mengingatkan serta memberikan perhatian
lebih serta yang paling penting adalah membudayakan lingkungan yang sehat dan
bersih di setiap aktivitas kita untuk masa depan yang lebih baik. :)
Go green kawan !!
Sumber : www.dbminc.com