Protocol Kyoto
Hai kawan akhir-akhir ini apakah kalian merasa kalo suhu dan cuaca semakin tidak teratur? Pagi hujan siang panas dan kemudian sore kembali hujan. Hal ini untuk kebanyakan orang mungkin sangat mengganggu mereka untuk melakukan aktivitas diluar ruangan untuk teman, kaka dan orang tua kita yang memang bekerja di lapangan. Apalagi ditambah dengan penyumbangan polusi yang semakin lama bertambah juga yang di akibatkan oleh pengguna transportasi hari-hari semakin menjadi lebih panas. Lalu apakah kawan tau apa penyebab semua ini? Kalau kawan semua sangat penasaran ayo cepat selesaikan bacaan ini biar kawan-kawan tau sebenernya apa yang menyebabkan perubahan cuaca yang tidak teratur ini.
Berkenaan dengan perubahan cuaca
dan iklim ini, sebenarnya sudah ada loh konvensi tentang perubahan iklim yang bernama “Protocol Kyoto”. Mungkin
sebagian kawan-kawan sudah ada yang tau dan ada yang belum. Protocol Kyoto ini
adalah suatu konvensi rangka kerja PBB tentang perubahan iklim atau yang lebih
mudah di pahami protocol kyoto yaitu sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan
global. Protocol kyoto juga dikenal dengan nama UNFCCC (United Nation Framework
Convention on Climate Change). Konvensi
ini dilakukan pada tahun 1997 di Kyoto, Jepang pada saat pertemuan Bumi Rio de
Janeiro. Negara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk
mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca yaitu karbon dioksida, metan,
nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika
mereka menjaga jumlah atau menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah
dikaitkan dengan pemanasan global.
Sampai pada tahun 2007 terdapat 174 negara yang telah meratifikasi protocol
kyoto tersebut. termasuk Kanada, Tiongkok, India, Jepang, Selandia Baru, Rusia
dan 25 negara anggota Uni Eropa, serta Rumania dan Bulgaria. Selain negara yang
setuju meratifikasi ada dua negara yang belum bersedia meratifikasi yaitu
Amerika dan Kazakstan. Kawan menurut artikel yang aku temuin di alamat (http://www.sasak.org/kabar-lombok/energi/protokol-kyoto-dan-potensi-ekonomi-yang
menyertainya/07-08-2009) Pada awalnya AS, Australia, Italia, Tiongkok, India
dan negara-negara berkembang telah bersatu untuk melawan strategi terhadap
adanya kemungkinan Protokol Kyoto II atau persetujuan lainnya yang bersifat
mengekang. Namun pada awal Desember 2007 Australia akhirnya ikut seta meratifikasi
protokol tersebut setelah terjadi pergantian pimpinan di negera tersebut.
Nahh kawan semua sudah sedikit
tau kan mengenai konvensi protocol ini, maka dari itu ayo kita dukung konvensi
ini dengan cara lebih bijak lagi dalam menggunakan SDA alam ini. Walaupun kawan
hanya menyumbang sedikit penurunan itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Save Our Environment kawan !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar