Rabu, 14 Mei 2014

Protocol Kyoto


Hai kawan akhir-akhir ini apakah kalian merasa  kalo suhu dan cuaca semakin tidak  teratur? Pagi hujan  siang panas dan kemudian sore kembali hujan. Hal ini untuk kebanyakan orang mungkin sangat mengganggu mereka untuk melakukan aktivitas diluar ruangan  untuk teman, kaka dan orang tua kita yang memang bekerja di lapangan. Apalagi ditambah dengan penyumbangan polusi yang semakin lama bertambah juga yang di akibatkan oleh pengguna transportasi hari-hari semakin menjadi lebih panas. Lalu apakah kawan tau apa penyebab semua ini? Kalau kawan semua sangat penasaran ayo cepat selesaikan bacaan ini biar kawan-kawan tau sebenernya apa yang menyebabkan perubahan cuaca yang tidak teratur ini.
Berkenaan dengan perubahan cuaca dan iklim ini, sebenarnya sudah ada loh konvensi tentang perubahan iklim  yang bernama “Protocol Kyoto”. Mungkin sebagian kawan-kawan sudah ada yang tau dan ada yang belum. Protocol Kyoto ini adalah suatu konvensi rangka kerja PBB tentang perubahan iklim atau yang lebih mudah di pahami protocol kyoto yaitu sebuah  persetujuan internasional mengenai pemanasan global. Protocol kyoto juga dikenal dengan nama UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change).  Konvensi ini dilakukan pada tahun 1997 di Kyoto, Jepang pada saat pertemuan Bumi Rio de Janeiro. Negara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca yaitu karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC  atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika mereka menjaga jumlah atau menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah dikaitkan dengan pemanasan global.
Sampai pada tahun 2007  terdapat 174 negara yang telah meratifikasi protocol kyoto tersebut. termasuk Kanada, Tiongkok, India, Jepang, Selandia Baru, Rusia dan 25 negara anggota Uni Eropa, serta Rumania dan Bulgaria. Selain negara yang setuju meratifikasi ada dua negara yang belum bersedia meratifikasi yaitu Amerika dan Kazakstan. Kawan menurut artikel yang aku temuin di alamat (http://www.sasak.org/kabar-lombok/energi/protokol-kyoto-dan-potensi-ekonomi-yang menyertainya/07-08-2009) Pada awalnya AS, Australia, Italia, Tiongkok, India dan negara-negara berkembang telah bersatu untuk melawan strategi terhadap adanya kemungkinan Protokol Kyoto II atau persetujuan lainnya yang bersifat mengekang. Namun pada awal Desember 2007 Australia akhirnya ikut seta meratifikasi protokol tersebut setelah terjadi pergantian pimpinan di negera tersebut.
Nahh kawan semua sudah sedikit tau kan mengenai konvensi protocol ini, maka dari itu ayo kita dukung konvensi ini dengan cara lebih bijak lagi dalam menggunakan SDA alam ini. Walaupun kawan hanya menyumbang sedikit penurunan itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Save Our Environment kawan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar