Pandanganku Terhadap Sampah
Haii teman-teman kali ini kita bahas tentang sampah yuuuk..
Dewasa ini semakin banyak
permasalahan lingkungan yang muncul , mulai dari pemanasan global, penebangan
kayu secara illegal, kenaikan permukaan laut akibat mencairnya es dikutub,
banjir, longsor, erosi dan masih banyak lainnya yang bakalan butuh waktu lama banget nyebutin satu
persatu secara lengkap. Begini, sekarang banyak banget permasalahan lingkungan
yang sebenarnya diakibatkan dari satu pokok masalah seperti yang akan kita
bahas kali ini yaitu “sampah”. Menurut wikipedia sampah merupakan material sisa
baik dari hewan maupun manusia yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan ke alam
dalam bentuk padatan, cair ataupun gas. Banyak juga sumber-sumber yang
mengatakan sampah ini hasil olahan yang tidak diinginkan, menurutku sebenarnya
sampah ini bisa menjadi sesuatu yang diinginkan oleh masyarakat jika sampah
diolah menjadi barang-barang yang lebih menjual, mungkin pertanyaan selanjutnya
adalah dengan cara apa? Nah, sebelum kita membahas cara apa yang menghasilkan
sampah menjadi lebih menjual teman-teman harus tau jenis-jenis sampah nih.
Sampah dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Sampah organik
Sampah
organik ini adalah sisa dari sebuah proses yang sifatnya mudah membusuk seperti sisa sayuran,
buah-buahan, nasi dan lainnya biasanya sampah ini di identikan dengan sampah
sisa rumah tangga.
Gambar 1. Contoh sampah organik
Sumber:
anindita-pertiwi.blogspot.com
2. Sampah non-organik
Sampah
non organik atau an-organik adalah sampah yang yang tidak mudah membusuk
seperti kaleng, plastik, sterofoam dan lainnya.
Contoh sampah non-organik
Sumber : ulala26.blogspot.com
Untuk pengolahannya bisa teman-teman lakukan beberapa cara
yang pertama untuk sampah organik ini bisa menjadi beberapa kegunaan antara
lain :
a.
Kompos
Kompos adalah salah satu produk yang
sering dihasilkan dari sampah-sampah organik, kompos dapat digunakan untuk tanaman. Kompos ini juga
sangat memiliki kelebihan loh teman dibandingkan kompos yang terbuat dari
kimia, karena kompos yang terbuat dari organik tidak membahayakan untuk
tumbuhan tersebut dan sifatnya yang ramah lingkungan.
b.
Sebagai
bahan lubang resapan biopori
Untuk yang ini mungkin sangat tepat
bagi para ibu rumah tangga untuk mengurangi sampah di dapurnya, selain untuk
mengurangi sampah hal ini juga bisa menjadi bahan makanan mikroorganisme
didalam tanah dan dapat meningkatkan daya serap tanah akan air atau bahasa yang
lainnya mencegah banjir. Lubang resapan biopori ini tidak memerlukan lahan
luas, lahan dibelakang rumah saja sudah dapat digunakan.
Sumber : ristek.go.id
Untuk jenis sampah yang kedua yaitu
yang bersifat non-organik, sampah-sampah ini antara lain:
1.
Sampah
non organik yang bisa di daur ulang
Contoh sampah ini adalah seperti plastik-plastik bekas
deterjen, kaleng-kaleng yang sudah tidak terpakai lagi. Pendaur ulangan dengan
cara ini mungkin yang paling efektif untuk menjadikan sampah agar menjadi nilai
lebih. Untuk teman-teman mungkin bisa di coba di tempatnya masing-masing ya
Sumber : shantyfyn.wordpress.com
2.
Sampah
non organik yang tidak bisa di daur ulang
Untuk jenis sampah ini karena tidak bisa di daur ulang jalan
keluarnya adalah mengolahnya dengan cara
dibakar. Untuk proses pembakaran juga harus diperhatikan loh teman agar tidak
menyebabkan pencemaran udara, untuk mencegah hal ini bisa menggunakan
pembakaran alat incineration karena asap hasil pembakaran telah di saring dan
yang keluar ke udara sudah dalam keadaan bersih. Sampah ini tidak bisa kita
bakar sendiri harus diberikan kelembaga-lembaga yang mengurus hal ini.
(Proses incineration)
Sumber
: www.epd.gov.hk
Nah, teman-teman sekarang udah tau
kan tentang jenis sampah berdasarkan sifatnya dan juga bagaiman cara
mengolahnya, sangat mudah kan?. Teman-teman bisa mendapatkan pendapatan lebih
selain itu juga bisa membuat lingkungan kita menjadi bersih. Sekarang hanya
tinggal keinginan teman-teman untuk mengurangi sampah itu sendiri, karena aku
juga masih berusaha untuk melakukan hal ini. Ayoo kita buat lingkungan kita
menjadi lebih bersih untuk anak cucu kita dimasa yang akan datang. If not you,
than who ? and if not now, than when ?