Sabtu, 09 Agustus 2014

                            Hal kecil yang terlupakan...

Iedul fitri 2014 telah lewat namun masyarakat yang menjalani mudik tentu masih banyak hingga saat ini. Mudik adalah salah satu tradisi yang mungkin hanya terjadi di Indonesia menurutku setiap tahunnya, mudik juga salah satu tradisi yang ditunggu-tunggu saat semua umat muslim menjalani ibadah di bulan ramadhan yang mendekati iedul fitri. 

                                
                                              Sumber : sumatra.bisnis.com
 Sudah tentu semua orang ingin merasakan berlebaran di kampung halamannya bersama kerabat dan saudara yang sudah lama tidak ditemui, walaupun harus melewati  jalanan yang macet bahkan hingga perjalanan dilalui 2 sampai 3 kali lipat dari biasanya, hal tersebut tak jadi masalah untuk masyarakat indonesia. Itulah yang membuat aku senang dan merasa beruntung tinggal di Indonesia.
Kawan.. namun ada satu hal yang membuat aku sedih dan miris saat aku juga melakukan perjalanan mudik ke Solo - Jawa Tengah. Aku melihat sampah-sampah berserakan disepanjang jalan raya karena meningkatnya pedagang-pedagang makanan di sepanjang jalan yang dilewati untuk arus mudik.
                                     
                                       
                                                Sumber : ramadan.tempo.com
Ketika aku iseng mencari informasi tentang kenaikan volume sampah pasca lebaran, aku menemukan informasi berdasarkan Gobeksi.com teman-teman dapat masuk ke link ini http://www.gobekasi.co/2014/08/05/pascalebaran-sampah-tpa-capai-1-100-kubik-sehari/ yang di terbitkan pada hari selasa 5 agustus 2014 ternyata pasca lebaran volume sampah di TPA naik Capai 1.100 Kubik sehari. Hal ini di ungkapkan oleh Kabid Kebersihan, Dodi Agus Suprianto ’’Ada kenaikan volume sampah sekitar 45 persen dari biasanya. Sekitar 1.100 kubik sampah yang masuk ke TPA Burangkeng.” Data tersebut untuk daerah bekasi namun menurutku di daerah yang lain memungkinkan untuk lebih besar terjadi kenaikan volume sampah.
                                   
                                 
                                               Sumber : www.tempo.com
 Inilah hal kecil yang kadang terlupakan dari persiapan mudik, seharusnya pemerintah tidak hanya memikirkan perbaikan jalan tapi juga mempersiapkan bagaimana caranya agar sampah tidak berserakan dimana-mana contohnya dengan menyiapkan tempat sampah di sepanjang jalur mudik yang dilewati terutama di titik-titik yang sering dijadikan para pemudik istirahat atau juga bisa bekerjasama dengan pedagang dan toko-toko setempat.
Padahal jika pemerintah memikirkan tentang kebersihan ini banyak manfaat yang akan didapatkan seperti pemerintah bisa menghemat anggaran keluar yang di butuhkan untuk membayar petugas kebersihan yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membersihkan dan mengangkut sampah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian tidak merusak estetika lingkungan atau jalan yang dilalui pemudik, serta membiasakan masyarakat untuk membuang sampah tidak sembarangan dan masih banyak lagi manfata-manfaat yang lainnya.
Aku sangat berharap kawan jika di tahun-tahun berikutnya pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pemasalahan lingkungan ini, selain itu juga diperlukan kesadaran dari masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau pedagang sekitar untuk tidak membuang sampah ke sembarang tempat.
Sobat.. kita sebagai generasi muda harus lebih peka dan kritis untuk saling mengingatkan serta memberikan perhatian lebih serta yang paling penting adalah membudayakan lingkungan yang sehat dan bersih di setiap aktivitas kita untuk masa depan yang lebih baik. :)

                                  Go green kawan !!
                         
   
                        
                                              Sumber : www.dbminc.com







Tidak ada komentar:

Posting Komentar